Central Omega Bangun Smelter & PLTU Tahun Ini

A worker looks on while pouring melted copper into a furnace at the KGHM Copper and Precious Metals smelter and processing plant in Glogow

Foto: sys18.msnbc.msn.com

detikfinance  Dewi Rachmat Kusuma
Jumat, 18/01/2013 14:20 WIB

Jakarta – Perusahaan tambang, PT Central Omega Resources Tbk (DKTF) siap melakukan groundbreaking untuk pembangunan Smelter dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) pada tahun ini.Pembangunan tersebut dilakukan terkait rencana pemerintah yang akan melarang perusahaan tambang untuk mengekspor bahan bentah mineral pada 2014 mendatang.

Corporate Secretary DKTF J. Supriady mengaku, pihaknya menargetkan groundbreaking bisa dilakukan pada tahun ini sehingga perusahaan bisa mulai berproduksi pada 2015 mendatang.

“Target tahun ini groundbreaking. 2015 kita harapkan bisa produksi. PLTU itu juga untuk mendukung smelter,” kata Supriady sat ditemui wartawan, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (18/1/13).

Nantinya, kata dia, hasil dari pengolahan bahan mineral tersebut akan diekspor ke Cina yang merupakan konsumen terbesar Indonesia. “Ekspor semuanya ke China. Konsumen terbesar kita kesana. China bagus karena semua pabrik ada di sana,” ujarnya.

Dia menyebutkan, pembangunan smelter dan PLTU akan dilakukan di wilayah Morowali, Sulawesi Tengah dan Jawa Timur dengan alasan sudah terdapat tambang nikel milik DKFT di daerah tersebut dengan estimasi biaya sebesar US$ 600 juta yang merupakan joint venture dengan perusahaan E United Grup asal Taiwan.

“Investasi masih sama US$ 600 juta, 70% pinjaman bank dan 30% ekuity. Kita juga rencana menerbitkan obligasi tapi belum tau kapan,” kata Supriady.

Perlu diketahui, dalam joint venture ini, Central Omega memegang 40% saham dan E United melalui anak usahanya Asiazone Co Ltd yang berbasis di Hong Kong mengendalikan 60%. Smelter yang akan dibangun ini memiliki kapasitas 200.000 ton feronikel per tahun dengan kadar nikel 10%. untuk memenuhi kapasitas produksi tersebut, kebutuhan bijih nikel mencapai 2 juta ton per tahun.

Pembangunan smelter dengan teknologi rotary kiln electric furnace (RKEF) tersebut akan dibagi dalam 2 tahap yang diharapkan selesai pada 2015. Masing-masing tahap membutuhkan daya listrik 100 MW dan mampu memproduksi 100.000 ton feronikel per tahun.

Keseluruhan produk feronikel dari smelter itu akan diserap oleh pabrik stainless steel milik E United, yang memiliki kapasitas produksi 3 juta ton per tahun.

Central Omega merupakan produsen nikel yang memiliki 7 ijin usaha pertambangan di Sulawesi. Target produksi bijih nikel tahun ini adalah 3 juta ton dan akan meningkat menjadi 5 juta ton pada 2013. Prediksi pendapatan emiten berkode DKFT ini sebesar Rp 876 miliar pada 2012, dan Rp1,6 triliun tahun depan.

Tinggalkan komentar

Filed under Energi, Mineral

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s