KONVERSI GAS: Tahapan Konversi BBG Direvisi

Lili Sunardi
Kamis, 17 Januari 2013 | 18:25 WIB

JAKARTA—Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan mengulang kembali rencana konversi bahan bakar  minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) dengan mengubah seluruh tahapan program yang gagal di 2012 itu.

Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo mengatakan saat ini kementeriannya akan membuat roadmap baru untuk program konversi BBM ke BBG yang dinilai gagal tahun lalu. Roadmap itu akan dibuat oleh tim percepatan konversi BBM ke BBG yang telah dibentuk dengan melibatkan sejumlah akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Sekarang sudah ada tim percepatan yang isinya beberapa akademisi ITB. Nantinya akan dibuat roadmap tentang konversi ini, karena dengan sangat terpaksa road map tahun lalu tidak bisa digunakan di 2013 ini,” katanya di Jakarta hari ini, Kamis (17/1/2013).

Roadmap konversi BBM ke BBG yang digunakan sebelumnya tidak dapat digunakan karena banyak persoalan yang tidak diperhitungkan sebelumnya. Misalnya persoalan pembebasan lahan untuk pembangunan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di sejumlah lokasi.

Tim percepatan konversi juga nantinya akan memfasilitasi dan memastikan program konversi BBM ke BBG bisa berjalan dengan cepat. Selain itu, pelaksanaan salah satu program utama Kementerian ESDM itu juga nantinya akan lebih banyak menggandeng pihak swasta dalam hal penerapan converter kit di kendaraan bermotor.

Saat ini menurutnya, Menteri ESDM telah meminta kepada Astra agar seluruh bengkelnya bisa digunakan sebagai tempat pemasangan converter kit. Dengan begitu masyarakat ingin berpartisipasi tidak perlu kesulitan mencari lokasi pemasangannya.

Selain persoalan converter kit, konversi BBM ke BBG juga terkendala dengan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) yang hingga kini jumlahnya masih sangat minim karena terkendala persoalan lahan. PT Pertamina (Persero) saja hingga kini baru memiliki 1 unit SPBG coco yang dibangun di wilayah Daan Mogot, Jakarta Barat.

“Kami sudah meminta PT Iswara Migas kalau bisa menempel SPBG di SPBU [stasiun pengisian bahan bakar umum]. Jadi dari beberapa SPBU nantinya akan ada SPBG yang ditempelkan,” jelasnya.

Susilo juga menyebut infrastruktur distribusi gas menjadi persoalan tersendiri sehingga program itu tidak berjalan dengan baik di 2012. “Kami akan geber program konversi ini melalui kerja sama dengan PGN dan Petra Gas agar terwujud,” tuturnya.

Tahun ini Kementerian ESDM tidak lagi menangani pengadaan alat konversi dari BBM ke BBG, dan dilimpahkan kepada Kementerian Perindustrian. Tahun lalu program tersebut gagal dikarenakan tidak cukup waktu untuk melakukan pengadaan alat konversi, karena anggarannya tidak dibuat multiyears.

Selain itu, anggaran yang sebesar Rp1,8 triliun yang disetujui DPR untuk program itu juga dirasa tidak cukup untuk membangun 33 SPBG dan pengadaan 14.000 converter kit di 2012.

Tinggalkan komentar

Filed under Minyak & Gas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s