Terkuaknya Perebutan Tambang Emas di Banyuwangi

Ramdhan
Kamis, 25 Okt 2012 – 08:41:13 WIB

SatuNegeri.com – Perebutan tambang emas Tujuh Bukit di Banyuwangi yang nilainya ditaksir sekitar US$ 5 miliar atau sekitar Rp 50 miliar, antara PT Indo Multi Niaga (IMN) dan Intrepid Mines Limited akhirnya terkuak.

Berdasarkan laporan utama majalah Tempo edisi 22 Oktober 2012, Keberadaan emas ini membuat banyak perusahaan berebut melakukan eksplorasi. Ada nama PT Indo Multi Niaga (IMN) dan mitranya asal Australia, Intrepid Mines Limited.

Pecahnya dua kongsi yang terjadi belakangan ini, membuat Saham PT IMN dijual kepada kolega Edward Soeryajaya, komisaris utama PT Adaro Energy Tbk. Adapun Interpid yang juga punya saham PT IMN memasukkan nama Surya Paloh, bos Media Gorup.

Karena merasa di khianati IMN, Intrepid akhirnya memperkarakan sengketa ke pengadilan. Sejak memutuskan bergandengan tangan pada Agustus 2007, Intrepid, yang masuk melalui anak usahanya, Emperor Mines Limited, mengaku sudah merogoh kocek sekitar US$ 100 juta alias hampir Rp 1 triliun. Tapi, di tengah jalan, mereka melihat ada tanda-tanda mitranya bermain belakang, bahkan ada kabar telah mengalihkan sahamnya ke perusahaan lain.

kepada bursa saham Australia, Interpid juga mengatakan bahwa, 80 persen saham IMN diyakini telah berpindah tangan dari pemegang sebelumnya, yakni pasangan suami-istri Andreas Reza Nazaruddin dan Maya Miranda Ambarsari. Pemilik terbaru disebut-sebut adalah PT Cinta Kasih Abadi, PT Selaras Karya Indonesia, Rahmad Deswandy, dan Andreas Tjahjadi yang juga presiden komisaris di IMN sekaligus direktur non-eksekutif di Seroja Investment

Masuknya Surya Paloh menurut pemimpin eksekutif Intrepid, Brad Gordon, bertujuan membantu mempromosikan perusahaan dan kepentingan bisnisnya di Indonesia. Surya Paloh, kata Gordon, memiliki bisnis yang beragam, dari perminyakan dan gas sampai hotel dan properti.

Namun seperti ditulis Australian Associated Press, Para analis pertambangan di Australia mengatakan, masuknya Surya Paloh hanya merupakan backing bagi Intrepid, di tengah memanasnya sengketa antara Intrepid dan IMN.

Sementara itu, para pekerja di tambang emas Tujuh Bukit, diliburkan sejak September lalu, hingga jangka waktu yang belum ditentukan. Intrepid juga menarik seluruh fasilitas dan peralatan untuk eksplorasi. Tujuh mesin pengeboran (rig) dan ratusan batang pipa, enam pompa air, serta beberapa unit generator diesel dibawa dari puluhan titik pengeboran di puncak Gunung Tumpang Pitu, lalu diangkut dengan puluhan truk ke Jakarta.

Menurut kabar yang beredar, IMN berani mendepak Intrepid karena, Pemda Banyuwangi menuding IMN telah menjual saham ke Intrepid tanpa seizin Pemda. Padahal berdasar UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, perusahaan dilarang mengalihkan sahamnya ke perusahaan asing tanpa rekomendasi pemerintah.

Ditengah permasalahan yang berlarut-larut tersebut, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sekarang malah menaikkan pula permintaannya untuk mendapat bagian saham. Sebelumnya, ia menyebut angka 10 persen, sedangkan kini ia meminta jatahnya ditambah menjadi 20 persen. ”Kami belajar dari kasus Freeport. Masyarakat di sekitar Freeport tidak mendapat apa-apa,” ujarnya memberi alasan.

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s