TANJUNG PRIOK: Distribusi Kargo Dihambat Macet

Akhmad Mabrori
Selasa, 15 Januari 2013 | 17:21 WIB

JAKARTA–Kegiatan distribusi kargo dan peti kemas dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok terhambat  akibat kemacetan parah sepanjang Selasa (15/1/2013) di ruas jalur distribusi jalan cakung cilincing – Tanjung Priok dan sebaliknya.

“Kemacetan terjadi sejak pagi hingga sore ini. Bahkan hanya untuk menempuh jarak satu kilo meter saja dari Cakung Cilincing Ke Priok butuh waktu tiga jam,” ujar Desril Mukhtar, ketua Bidang Moda Barang Ringan dan Khusus Organda Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) provinsi DKI Jakarta, kepada Bisnis hari ini, Selasa (15/1/2013).

Dia mengatakan kemacetan di jalur tersebut dipicu hancurnya sebagian besar jalan dan banyak yang berlobang sehingga banyak kendaraan berat melambat.  “Selain itu sejumlah titik jalan tergenang banjir akibat hujan yang mengguyur sejak pagi hari ini,” tuturnya.

Desril mengungkapkan akibat buruknya infrastrukstur jalan dari dan menuju pelabuhan Priok saat ini menyebabkan operator angkutan pelabuhan kini kehilangan 50% ritase angkutan dari sebelumnya. “Untuk jarak dekat yang biasanya kami bisa melayani dua ritase (pulang pergi) dalam sehari kini hanya satu ritase saja,” paparnya.

Dia mengharapkan pemerintah dan instansi terkait mesti segera turun tangan memperbaiki akses jalur distribusi tersebut mengingat  jumlah angkutan barang dan peti kemas yang melayani pelabuhan tersibuk di Indonesia itu rata-rata mencapai 9.000 unit perhari.

Di konfirmasi Bisnis, Ketua Organda Angsuspel DKI, Gemilang Tarigan, mengatakan, salah satu penyebab tergerusnya ritase angkutan pelabuhan saat ini juga diakibatkan semakin lamanya waktu tunggu pelayanan bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok. “Di dalam pelabuhan saja truk bisa menghabiskan waktu lebih dari enam jam. Bagaimana kita mau menurunkan biaya logistik?,”ujarnya kesal.

Tarigan mendesak operator pelabuhan  bekerja lebih profesional dengan mempercepat bongkar muat melalui investasi peralatan secara besar-besaran.”Kami sudah sering menyampaikan hal ini (penambahan alat) bongkar muat untuk mempercepat pelayanan di pelabuhan, tetapi hingga kini tidak ada penambahan alat yang signifikan yang dilakukan oleh operator di pelabuhan Priok, termasuk di terminal peti kemas,”ujarnya.

Tergerusnya ritase angkutan pelabuhan rata-rata 50% setiap hari saat ini, menyebabkan  operator angkutan di Pelabuhan Tanjung Priok mengalami kehilangan potensi pendapatan mencapai Rp.9 milliar perhari.

Dia juga mengatakan, kini kegiatan operasional angkutan pelabuhan khususnya untuk ekspor selalu di bayang-bayangi clossing time atau batas akhir waktu pengapalan di pelabuhan, akibat tidak bisa di prediksinya waktu tempuh angkutan sejak dari pabrik hingga tiba di pelabuhan.

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s