PENJUALAN LISTRIK: PLN Jawa Bali Hanya Patok Kenaikan 6%

232349-ElectricityDesignSamadSidiqui-1313471346-910-640x480

Foto: tribune.com.pk

Riendy Astria
Selasa, 15 Januari 2013 | 13:09 WIB

JAKARTA- PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menargetkan penjualan listrik di daerah operasi Jawa-Bali pada 2013 sebesar 140 Tera Watt Hour (TWh) atau naik tipis 6% dari realisasi sepanjang 2012 sebesar 132 TWh.

Direktur Operasi Jawa Bali PLN Ngurah Adnyana mengatakan pertumbuhan penjualan listrik di Jawa Bali mencapai 9 %. Sementara, untuk penjualan rata-rata nasional hanya 9,97 %.

Tingginya pertumbuhan permintaan listrik dari industri dan rumah tangga yang cukup pesat merupakan faktor utama yang membuat angka penjualan naik signifikan.

“Naiknya penjualan bisa dari pelanggan baru, dan macam-macam,” kata Adnyana, Selasa (15/1). Menurutnya, Peningkatan penjualan memang hanya disebabkan oleh tingginya angka penjualan.

Adapun kontribusi daerah operasi Jawa Bali terhadap pendapatan PLN secara keseluruhan adalah 80 %. Tahun 2012, daerah operasi Jawa Bali mencatat pendapatan sekitar Rp11 triliun. Sementara, tahun ini diperkirakan akan naik minimal Rp 1triliun menjadi Rp12 triliun-Rp13 triliun.

“Ini karena Tarif Dasar Listrik (TDL) naik,” lanjutnya.

Sementara untuk pelanggan baru, PLN operasi Jawa Bali menargetkan tambahan 1,38 juta pelanggan. Saat ini pelanggan Jawa Bali sekitar 30 juta pelanggan. Sedangkan, seluruh Indonesia sudah mencapai 48 juta pelanggan.

Menurutnya, untuk operasi Jawa Bali, penggunaan Bahan Bakar Minyak pada 2013 diharapkan berkurang hingga mencapai 2 %. Pada 2011, penggunaan BBM sekitar 15 % dari energi bauran, dan pada 2012 sebesar 5,5 %.

“Target 2013 jadi kira-kira 2%-3%. Soalnya Bali kan belum bisa dihilangkan,” ujarnya.

Di sisi lain, berdasarkan data PLN, pada 2013 PLN Persero membutuhkan dana investasi sebesar Rp64,3 triliun, yang bersumber dari APBN sebanyak Rp10,1 triliun (15,7%), dana internal PLN Rp6,1 triliun (9,5%), serta dana dari pinjaman sebesar Rp48,1 triliun (74,8%).

Dana pinjaman itu terdiri dari DIPA SLA Rp6,4 triliun, pinjaman bank Rp4,1 triliun, dan pinjaman baru (obligasi dan bank) sebesar Rp37,6 triliun.

Ada pun dana investasi sebesar Rp64,3 triliun itu rencananya akan digunakan untuk investasi pembangkit sebesar Rp34,3 triliun, transmisi dan gardu induk Rp17,7 triliun, dan distribusi termasuk untuk menyambung 2,5 juta pelanggan baru sebesar Rp12,3 triliun.

Tinggalkan komentar

Filed under Energi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s