Struktur Nano Tingkatkan Kemampuan Baterai Lima Kali lipat

Sabtu, 12 Januari 2013 WIB
Metronews.com

Beberapa baterai kimia yang paling bagus kini, secara secara teori bisa menyimpan energi beberapa kali lebih banyak daripada baterai lithium-ion dan harganya pun lebih murah. Sayangnya, baterai itu tak bisa sering-sering diisi ulang hingga energinya benar-benar habis. Maka itu, baterai tersebut tidak akan berguna untuk beberapa alat semacam kendaraan listrik.

Namun, kini peneliti di Stanford telah menciptakan struktur nano yang mampu meningkatkan kemampuan baterai berkali-kali lipat dan dapat diisi ulang. Menurut para peneliti di Stanford, struktur nano mampu mengatasi masalah baterai lithium-sulfur. Ketika baterai lithium-sulfur habis, belerang bergabung dengan lithium akan membentuk sulfida lithium.

Ketika diisi ulang, sulfur itu akan terbentuk lagi. Sejumlah senyawa polysulfides terbentuk dan jika polysulfides bermigrasi keluar dari elektroda, alias reaksi tidak selesai, energi baterai tetap dapat tersimpan.

Beberapa peneliti telah menunjukkan bahwa struktur nano dapat membantu menjebak polysulfides dalam elektroda. Tetapi desain ini menemui masalah dengan baterai lithium-sulfur. Belerang membengkak dan dapat merusak struktur nano, memungkinkan polysulfides untuk keluar.

Para peneliti pun mulai melakukan uji coba dengan membuat partikel nano bola sulfur dan melapisinya dengan titanium oksida-yang dirancang untuk menjebak polysulfides supaya tidak keluar dari elektroda. Polysulfides kemudian larut menjadi bagian dari belerang, menciptakan ruang di dalam cangkang. Ini memberikan ruang bagi sulfur untuk memperluas tanpa meretakkan lapisan titanium oksida.

Dengan begitu, beberapa aplikasi seperti kendaraan listrik akan mampu mempertahankan 80 persen dari kapasitasnya dan mampu melakukan isi ulang sebanyak 3 ribu kali. Ini akan membuat kendaraan mampu dipergunakan setiap hari. Para peneliti pun masih terus mencari cara untuk meningkatkan jumlah biaya dan kapasitas penyimpanan energi total.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di Nature Communications (8/1) juga bisa mengatasi masalah keamanan dengan logam lithium yang digunakan dalam baterai. “Ada banyak penelitian dan optimasi yang masih perlu dilakukan,” ujar Yi Cui salah satu peneliti di Stanford. (Mashable/Pri/OL-12)

Tinggalkan komentar

Filed under Energi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s