Nilai Tambah Timah Terus Ditingkatkan

715a7fcb4bd3937a8339f9cbf9982187

Foto: etsy.com

Rahma  |  Rabu, 30 Jan 2013 | 10:00:38 WIB

Satunegeri.com – Nilai tambah timah terus ditingkatkan. Mulai Juli 2013, timah batangan dapat diekspor jika memenuhi kandungan stannum paling rendah 99,9 persen dan unsur pengotor maksimal 0,1 persen.  Aturan ekspor timah solder pun diperketat. Pemerintah  mengatur ekspor timah solder dengan syarat kandungan stannum minimal 63 persen, kadar timbal maksimal 35 persen, serta unsur pengotor maksimal 2 persen.

Direktur Ekspor Produk Industri dan Pertambangan Kementerian Perdagangan, Thamrin Latuconsina menyatakan pemerintah berupaya memacu peningkatan nilai tambah timah.

“Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 78 Tahun 2012, yang mulai diberlakukan per 1 Januari, kata Thamrin saat sosialisasi perdagangan timah, di Jakarta, Selasa (29/1).

Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 78 Tahun 2012  menggantikan Permendag Nomor 4 Tahun 2007. Permendag yang baru cakupannya lebih luas. Peraturan sebelumnya hanya mengatur timah batangan dengan 2 pos tarif, sekarang mengatur juga timah solder dengan 2 pos tarif.

Menurut Thamrin, pada periode Januari-Juni eksportir masih diperbolehkan mengekspor timah batangan dengan kandungan stannum minimal 99,85  persen. Permendag tersebut disusun untuk meningkatkan nilai tambah timah.”Mulai Juli kadar stannum minimal kita naikkan menjadi 99,9 persen. Tujuannya untuk meningkatkan nilai tambah. Harga timah terdongkrak.

Untuk timah solder, yang sebelumnya tidak diatur, mulai 1 Januari harus penuhi ketentuan permendag tersebut,” paparnya.Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Syahrul R  Sempurnjaya, sebagai produsen timah, Indonesia seharusnya memiliki posisi tawar tinggi dalam menentukan harga. Namun, selama ini harga justru dipermainkan oleh spekulan di sejumlah bursa komoditas di luar negeri.

”Kita punya kontrak timah. Harga bursa Indonesia nantinya akan  menjadi acuan bagi pemerintah untuk menentukan royalti. Kita tidak lagi pakai acuan harga di luar,” kata Syahrul.

Kontrak timah diperdagangkan di Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) pada Senin-Jumat pukul 14.50-15.00 WIB. Satuan kontrak per 1 lot sebanyak 5 metrik ton. Timah yang diperdagangkan di bursa wajib mencantumkan logo atau merek dari masing-masing smelter atau berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI).

Syahrul menambahkan, pengaturan untuk jenis timah solder dilakukan karena selama ini ekspor produk tersebut sudah mengkhawatirkan.”Tanpa aturan kadar minimal stannum, timah solder kita banyak masuk ke Malaysia,”katanya.

Di negeri jiran itu lalu diolah menjadi timah batangan dan kemudian dijual dengan merek Malaysia. Padahal jelas mereka tak punya timah. Setidaknya ada sekitar 4.000 ton timah solder yang masuk ke Malaysia tiap bulan. Dengan ketentuan tersebut diharapkan praktik tersebut bisa diminimalkan.

Saat ini, Indonesia berada di posisi kedua produsen timah terbesar dunia. Indonesia juga posisi kelima pemilik cadangan timah terbesar. Selama ini, harga timah cenderung jatuh. Harga merosot, sementara pasokan melimpah.

About these ads

Tinggalkan komentar

Filed under Mineral

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s